- Canva dan CapCut cocok untuk pemula serta konten media sosial
- Veo, Runway, Kling, dan Dreamina cocok untuk generative video dan visual kompleks
- HeyGen dan Synthesia sesuai untuk video avatar, presenter, training, dan bisnis
- Periksa versi gratis, kredit, watermark, harga, lisensi komersial, dan Bahasa Indonesia sebelum memilih
Membuat video kini tidak selalu membutuhkan software profesional atau kemampuan editing tingkat pro.
Dengan bantuan AI, pengguna dapat membuat video dari teks, gambar, maupun video yang sudah dimiliki.
Setiap AI video generator memiliki kemampuan berbeda. Ada yang lebih cocok untuk membuat video sinematik, mengubah foto menjadi video, hingga menghasilkan konten untuk sosial media.
Pilih rekomendasi AI untuk membuat video berdasarkan fitur, versi gratis, watermark, harga, dan kemudahannya.
Asa Digital Agency akan merangkum rekomendasi AI video generator yang layak dipertimbangkan pada tahun 2026.
Ringkasan Rekomendasi AI untuk Video:
- Pemula: Canva dan CapCut
- Video generatif dan sinematik: Google Veo dan Runway
- Image-to-video: Kling dan Dreamina
- Avatar dan presenter AI: HeyGen dan Synthesia
- Konten social media: CapCut, Pika, dan PixVerse
- Video marketing: InVideo dan HeyGen
- Editing berbasis AI: Descript dan Filmora
Apa Itu AI untuk Membuat Video?
AI untuk membuat video adalah teknologi yang menggunakan model kecerdasan buatan untuk menghasilkan atau mengedit video berdasarkan instruksi pengguna.
Input yang digunakan dapat berupa:
- Teks atau prompt
- Foto atau gambar
- Video yang sudah tersedia
- Script
- Suara
- Avatar digital
Secara umum, teknologi ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis.
Text-to-Video
Text-to-video mengubah deskripsi tertulis menjadi video. Pengguna cukup menjelaskan adegan, karakter, suasana, gerakan kamera, pencahayaan, dan gaya visual yang diinginkan.
Image-to-Video
Image-to-video mengubah gambar statis menjadi video dengan menambahkan gerakan kamera, pergerakan objek, atau animasi.
Fitur ini cocok untuk membuat konten produk, foto katalog, materi promosi, dan social media.
AI Video Editing
AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan video baru. Beberapa platform juga dapat membantu menghapus background, membuat subtitle, menghasilkan voice-over, memotong footage, memperbaiki audio, dan mempercepat proses editing.
AI Avatar Video
Jenis ini membuat video presenter atau avatar digital yang dapat membacakan script. Teknologi tersebut banyak digunakan untuk kebutuhan edukasi, training, marketing, dan komunikasi bisnis.
15 Rekomendasi AI untuk Membuat Video
Berikut rekomendasi AI video generator yang dapat dipertimbangkan pada 2026:
1. Canva
Canva cocok untuk pengguna yang ingin membuat video sekaligus mengerjakan desain, presentasi, dan konten media sosial dalam satu platform.

Keunggulan: Ekosistem desain lengkap dengan fitur AI untuk mengubah prompt teks menjadi klip video dan audio
Versi gratis: Ya (fitur AI menggunakan batas kredit harian/bulanan)
Harga Pro: Mulai $15/bulan atau sekitar Rp95.000/bulan (paket Canva Pro Indonesia)
2. CapCut
CapCut menjadi pilihan praktis untuk membuat dan mengedit video pendek, terutama untuk konten TikTok, Reels, dan platform media sosial lainnya.

Keunggulan: Editor cepat dengan banyak template, efek, serta fitur AI untuk pembuatan dan pengeditan video
Versi gratis: Ya, dengan fitur dasar dan berbagai template gratis
Harga Pro: Mulai $7.99/bulan atau sekitar Rp129.000/bulan (CapCut Pro)
3. Google Veo
Google Veo ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan video generatif dengan kualitas visual tinggi dan kontrol lebih detail terhadap adegan.

Keunggulan: Fotorealisme tinggi, kontrol kamera, audio bawaan, serta dukungan fitur frame awal dan akhir pada versi tertentu
Versi gratis: Terbatas (akses eksperimental via Google AI Studio/Vertex AI)
Harga Pro: Akses berbasis pay-as-you-go API atau langganan Google One AI Premium ($19.99/bulan / sekitar Rp309.000/bulan)
4. Runway
Runway cocok untuk kreator dan profesional yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap tampilan visual dan gerakan dalam video.

Keunggulan: Fitur generatif untuk produksi video sinematik, kontrol gerakan, kamera, dan transformasi visual
Versi gratis: Ya (125 kredit awal sekali pakai, tidak bisa export HD)
Harga Pro: Mulai $12/pengguna/bulan (sekitar Rp190.000/bulan)
5. Kling AI
Kling AI dapat dipertimbangkan untuk menghasilkan video dengan gerakan karakter dan objek yang lebih kompleks dari prompt maupun gambar.

Keunggulan: Generasi gerakan karakter yang detail, image-to-video, dan dukungan audio pada fitur tertentu
Versi gratis: Ya (memberikan kredit harian gratis saat login)
Harga Pro: Mulai $10/bulan (sekitar Rp160.000/bulan)
6. Dreamina

Dreamina cocok bagi pengguna yang ingin mencoba berbagai model generatif dalam satu alur kerja untuk membuat aset visual dan video.
Keunggulan: Mendukung berbagai model AI generatif dan workflow untuk membuat serta mengembangkan aset visual
Versi gratis: Ya (kredit harian gratis untuk klaim generative)
Harga Pro: Mulai $9.99/bulan (sekitar Rp155.000/bulan)
7. Pika
Pika lebih menarik bagi kreator yang ingin bereksperimen dengan efek visual unik dan video pendek untuk media sosial.

Keunggulan: Beragam efek AI untuk memanipulasi objek dan menghasilkan video kreatif
Versi gratis: Ya (kredit awal gratis)
Harga Pro: Mulai $8/bulan (sekitar Rp125.000/bulan)
8. Luma Dream Machine
Luma Dream Machine dapat digunakan untuk membuat video generatif dengan fokus pada gerakan kamera, pencahayaan, dan tampilan sinematik.

Keunggulan: Gerakan kamera dan visual yang realistis untuk concept video serta footage sinematik
Versi gratis: Ya (30 generasi per bulan)
Harga Pro: Mulai $29.99/bulan (sekitar Rp470.000/bulan)
9. PixVerse
PixVerse cocok untuk pengguna yang ingin mengubah gambar menjadi video dengan cepat, termasuk untuk konten animasi dan media sosial.

Keunggulan: Image-to-video, berbagai gaya visual, serta proses pembuatan video yang relatif cepat
Versi gratis: Ya (kredit harian yang diperbarui setiap hari)
Harga Pro: Mulai $10/bulan (sekitar Rp160.000/bulan)
10. HeyGen
HeyGen lebih cocok untuk kebutuhan video presenter, pemasaran, edukasi, dan komunikasi bisnis menggunakan avatar AI.

Keunggulan: Avatar AI realistis, lip-sync, dan dukungan berbagai bahasa
Versi gratis: Ya (3 video/bulan, durasi maksimal 1 menit dengan watermark)
Harga Pro: Mulai $29/bulan (sekitar Rp450.000/bulan)
11. Synthesia
Synthesia ditujukan terutama untuk perusahaan, institusi, dan tim yang membutuhkan video training atau edukasi dengan presenter virtual.

Keunggulan: Avatar profesional, pembuatan video presentasi, serta fitur kolaborasi untuk kebutuhan bisnis
Versi gratis: Ya (uji coba pembuatan 1 video pendek)
Harga Pro: Mulai $22/bulan (sekitar Rp345.000/bulan)
12. InVideo AI
InVideo AI cocok bagi pengguna yang ingin mengubah ide atau naskah menjadi video secara otomatis tanpa harus melakukan banyak proses editing manual.

Keunggulan: Script-to-video, voiceover, stok video, subtitle, dan editing berbasis AI
Versi gratis: Ya (10 menit generasi video/minggu dengan watermark)
Harga Pro: Mulai $20/bulan (sekitar Rp315.000/bulan).
13. Descript
Descript menawarkan pendekatan berbeda dengan memungkinkan pengguna mengedit video melalui transkrip teks, sehingga cocok untuk podcast, wawancara, dan video berbasis narasi.

Keunggulan: Editing berbasis teks, transkripsi otomatis, dan fitur peningkatan kualitas audio
Versi gratis: Ya (1 jam transkrip/bulan dan ekspor 720p)
Harga Pro: Mulai $12/bulan (sekitar Rp190.000/bulan)
14. Wondershare Filmora
Filmora cocok bagi pengguna yang menginginkan editor video dengan timeline tradisional sekaligus berbagai fitur AI untuk mempercepat proses editing.

Keunggulan: Kombinasi editing timeline dengan fitur AI seperti Smart Cutout, AI Translation, dan Text-to-Video
Versi gratis: Ya (semua fitur bisa dicoba, tetapi export ber-watermark)
Harga Pro: Mulai $49.99/tahun (sekitar Rp780.000/tahun) atau $29.99/kuartal
15. Leonardo AI
Leonardo AI dapat dipertimbangkan untuk membuat aset visual yang kemudian dikembangkan menjadi video, terutama bagi kreator yang membutuhkan gaya visual khusus.

Keunggulan: Pembuatan aset visual detail dan fitur animasi untuk mengubah gambar menjadi klip video
Versi gratis: Ya (150 kredit harian gratis)
Harga Pro: Mulai $10/bulan (sekitar Rp160.000/bulan)
Rekomendasi AI Video Generator Berdasarkan Kebutuhan
Tidak perlu menggunakan tool dengan fitur paling banyak jika kebutuhan Anda sebenarnya sederhana.
AI Terbaik untuk Pemula
Untuk pengguna yang baru mencoba AI video, Canva dan CapCut dapat menjadi pilihan praktis karena keduanya menggabungkan pembuatan dan editing video dalam satu workflow.
AI untuk Membuat Video dari Teks
Google Veo, Runway, Dreamina, dan berbagai platform generative video lain dapat dipertimbangkan untuk text-to-video.
Veo 3.1, misalnya, mendukung text-to-video sekaligus audio dan berbagai kontrol kreatif.
AI untuk Membuat Video dari Foto
Untuk image-to-video, pertimbangkan Kling, Dreamina, Veo, Runway, Luma, atau CapCut.
Jenis AI ini cocok untuk membuat foto produk, ilustrasi, atau gambar karakter menjadi footage bergerak.
AI untuk TikTok, Reels, dan Shorts
Untuk konten vertikal, CapCut, Pika, PixVerse, dan Canva lebih praktis karena workflow-nya dekat dengan kebutuhan social media.
AI untuk Video Marketing
Untuk marketing, pilihan dapat dibagi berdasarkan jenis kontennya.
- Product visual: Veo, Kling, Runway
- Social media: CapCut, Pika, PixVerse
- Presenter: HeyGen, Synthesia
- Script-based video: InVideo AI
- Editing campaign: Canva, CapCut, Filmora
AI untuk Video Perusahaan
Jika video membutuhkan presenter virtual, training, atau komunikasi internal, HeyGen dan Synthesia lebih relevan dibandingkan generator video cinematic.
Apakah Video AI Cocok untuk Bisnis di Indonesia?
Video AI dapat membantu bisnis mengurangi waktu produksi untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- Konten media sosial
- Video produk
- Iklan digital
- Video edukasi
- Tutorial
- Presentasi
- Video training
- Konten marketplace
- Company profile
Bagi UMKM, AI dapat membantu membuat materi promosi tanpa harus selalu melakukan shooting baru.
Bagi agency, AI dapat mempercepat proses ideation, storyboard, produksi visual awal, dan pembuatan variasi konten.
Kesimpulan
Memilih rekomendasi AI untuk membuat video sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, bukan hanya mencari tool dengan teknologi paling baru.
Untuk pemula dan kebutuhan social media, Canva dan CapCut dapat menjadi pilihan praktis.
Untuk video generatif dengan kontrol visual lebih tinggi, Google Veo, Runway, Kling, dan Dreamina dapat dipertimbangkan.
Sementara itu, HeyGen dan Synthesia lebih sesuai untuk avatar atau video presenter.
Pengguna perlu mempertimbangkan versi gratis, sistem kredit, harga dalam dolar, watermark, serta lisensi penggunaan komersial sebelum memilih layanan.
FAQ Seputar Rekomendasi AI Gratis dan Berbayar untuk Membuat Video
Apa AI terbaik untuk membuat video?
Tidak ada satu AI yang terbaik untuk semua kebutuhan. Canva dan CapCut cocok untuk pemula dan social media, sedangkan Veo, Runway, Kling, dan Dreamina lebih cocok untuk generative video. Untuk avatar AI, HeyGen dan Synthesia dapat menjadi pilihan.
Apakah ada AI untuk membuat video secara gratis?
Ada. Beberapa platform menyediakan free tier, kredit gratis, atau akses percobaan. Namun, jumlah video, resolusi, watermark, dan fitur yang dapat digunakan biasanya dibatasi.
Apa AI yang bisa membuat video dari foto?
Beberapa platform yang mendukung workflow image-to-video antara lain Google Veo, Runway, Kling, Dreamina, Luma, dan CapCut. Kemampuan serta batas penggunaan masing-masing platform berbeda.
Apakah video AI bisa digunakan untuk kebutuhan komersial?
Bisa pada platform dan paket tertentu, tetapi pengguna harus memeriksa lisensi dan ketentuan penggunaan masing-masing layanan. Jangan menganggap semua output AI otomatis bebas digunakan untuk iklan atau kebutuhan komersial.
Apakah AI bisa membuat video dalam Bahasa Indonesia?
Bisa untuk beberapa workflow, terutama jika menggunakan script, subtitle, voice-over, atau avatar AI yang mendukung Bahasa Indonesia. Namun, kualitas pengucapan dan dukungan bahasa berbeda pada setiap platform sehingga sebaiknya diuji sebelum digunakan untuk kebutuhan bisnis.
Baca Juga: