Ringkasan dari Artikel: Apa Itu Social Commerce
Social Commerce adalah konsep yang menggabungkan platform media sosial dengan fitur transaksi langsung sehingga pengguna dapat melihat konten dan membeli produk tanpa berpindah platform.
- Menghubungkan media sosial dengan transaksi langsung.
- Mengandalkan konten visual, siaran live, dan interaksi cepat.
- Mudah digunakan untuk bisnis kecil hingga besar.
- Berbeda dari e-commerce karena lebih menonjolkan interaksi dan pendekatan berbasis konten.
Apa Itu Social Commerce?
Social commerce adalah model jual beli modern ini menggabungkan aktivitas media sosial dengan transaksi online.
Sehingga pelanggan bisa melihat produk, bertanya langsung, hingga checkout tanpa meninggalkan platform.
Dikutip dari Shopify, pendapatan social commerce AS diperkirakan hampir $80 miliar pada 2025, membuka peluang besar menjangkau 5,24 miliar pengguna media sosial.
Social commerce kian naik karena penggunaan media sosial meningkat, dengan pengguna internet menghabiskan rata-rata 2 jam 30 menit per hari.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh kebiasaan belanja pengguna yang kini dipicu oleh konten pendek, live shopping, dan interaksi real-time.
Content creator atau host live juga membuat proses menemukan produk menjadi lebih natural dan tidak terasa seperti sedang “berbelanja formal”.
Ciri-Ciri Utama Social Commerce
Social commerce memiliki karakter yang mudah terlihat dalam perilaku pengguna di media sosial.
- Proses transaksi yang bisa dilakukan dalam satu platform
- Konten visual seperti video dan live yang berfungsi sebagai “etalase” produk
- Interaksi cepat melalui fitur chat dan komentar
- Rekomendasi produk melalui creator, konten UGC, dan komunitas
- Fitur checkout yang mempersingkat proses pembelian
Manfaat dan Kelebihan Social Commerce untuk Bisnis
Banyak bisnis memanfaatkan model ini karena mendukung proses pemasaran hingga pembelian.
- Mendorong conversion karena interaksi terjadi secara personal
- Memperluas jangkauan brand melalui algoritma media sosial
- Konten bersifat evergreen dan dapat terus bekerja secara otomatis
- Mengurangi jarak antara edukasi produk dan keputusan pembelian
- Cocok untuk UMKM yang butuh exposure tanpa biaya besar
Cara Kerja Social Commerce
Cara kerja social commerce dimulai dari proses jual beli yang berlangsung langsung di dalam platform.
Kamu bisa menemukan produk dari sebuah postingan, lalu melanjutkan transaksi tanpa harus diarahkan ke website lain.
Mekanisme yang ringkas ini membuat customer journey terasa lebih cepat dan nyaman.
Konten berperan besar sebagai media transaksi. Video, live, reels, dan konten pendek menjadi pemicu awareness sekaligus ajang demonstrasi produk secara real-time.
Integrasi fitur chat, katalog, dan pembayaran membuat proses pembelian menjadi seamless.
Mulai dari tanya detail produk, memilih variasi, melihat ulasan, hingga pembayaran dapat diselesaikan dalam satu aplikasi.
Apa Perbedaan Social Commerce dengan E-Commerce?
Secara umum, perbedaannya ada pada pendekatan konten dan bagaimana pengguna melakukan transaksi.
Social commerce fokus pada interaksi dan konten, sementara e-commerce fokus pada katalog dan transaksi formal.
| Aspek | Social Commerce | E-Commerce |
|---|---|---|
| Model Transaksi | Terjadi di dalam platform media sosial | Terjadi di website marketplace atau toko online |
| Pendekatan Konten | Mengandalkan video, live, dan interaksi komunitas | Katalog produk dan halaman detail |
| User Journey | Spontan, dipicu konten dan rekomendasi | Terencana, pengguna mencari produk secara langsung |
| Interaksi | Real-time melalui chat dan komentar | Terbatas pada review dan Q&A |
| Checkout | Dalam aplikasi sosial | Dalam platform e-commerce terpisah |
Contoh Social Commerce di Indonesia
Instagram Shop
Instagram Shop memungkinkan Kamu menjelajahi produk secara visual lewat feed, reels, dan story.
Fitur tag produk memudahkan pengguna langsung menuju halaman detail produk tanpa meninggalkan konten.
Creator juga sering mengintegrasikan review dan demo produk ke dalam konten mereka. Fitur chat membantu pembeli bertanya sebelum checkout.
TikTok Shop
TikTok Shop berkembang pesat karena kekuatan algoritma TikTok yang mampu memviralkan produk dalam waktu singkat.
Video pendek dan live shopping menjadi dua fitur utama yang mendorong penjualan besar.
Creator dapat menautkan produk langsung ke video atau live mereka sehingga pembeli tinggal klik untuk checkout.
Meskipun sempat dibatasi regulasi, TikTok Shop tetap menjadi acuan social commerce di Indonesia.
Facebook Marketplace
Facebook Marketplace membantu pengguna menjual dan membeli barang dalam komunitas lokal.
Meski lebih fokus pada listing, banyak transaksi terjadi melalui Messenger sehingga interaksi terasa langsung.
Grup komunitas juga berkontribusi besar dalam penyebaran postingan produk. Kemudahan akses membuatnya tetap relevan sebagai contoh social commerce.
WhatsApp Business
WhatsApp Business memungkinkan penjual membuat katalog produk dan melayani pembelian langsung melalui chat.
Banyak UMKM mengandalkan platform ini karena mudah digunakan dan memberi kesan personal.
Fitur label membantu penjual mengelola pesanan, sementara integrasi dengan payment link memudahkan transaksi.
E-Commerce Indonesia Dengan Hybrid Model
Beberapa platform e-commerce kini mengadopsi fitur social commerce, seperti Shopee yang memiliki Shopee Live, Shopee Video, dan sistem rekomendasi ala media sosial.
Fitur ini menggabungkan transaksi marketplace dengan interaksi layaknya platform sosial.
Lazada dan Tokopedia juga menambahkan konten video untuk mendorong engagement.
Hybrid model ini menarik karena menggabungkan keuntungan e-commerce dengan pola konsumsi konten modern.
Tantangan Dalam Social Commerce
Tantangan pertama adalah ketergantungan pada algoritma platform.
Konten yang tidak disukai algoritma akan sulit menjangkau audiens sehingga penjualan bisa turun drastis.
Selain itu, brand perlu beradaptasi dengan perubahan fitur dan kebijakan yang sering terjadi di platform media sosial.
Hal ini membuat pelaku bisnis harus selalu mengikuti update agar tidak tertinggal.
Karena interaksi berlangsung cepat, beberapa pengguna mungkin khawatir soal penipuan atau kualitas produk.
Tips Menerapkan Social Commerce untuk Bisnis
Beberapa langkah dapat membantu Kamu memaksimalkannya.
- Gunakan video pendek dan live sebagai media utama
- Sediakan catalog yang jelas dan lengkap
- Respon chat dengan cepat untuk meningkatkan kepercayaan
- Libatkan creator atau micro-influencer untuk mendongkrak jangkauan
- Pastikan konten mudah dibagikan dan relevan dengan audiens
- Gunakan CTA yang jelas pada setiap konten yang memuat produk
FAQ Tentang “Apa Itu Social Commerce?”
Apa Itu Social Commerce?
Social commerce adalah model jual beli yang memadukan media sosial dengan transaksi langsung dalam satu platform.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Model ini bekerja melalui konten dan fitur chat, catalog, serta pembayaran yang terintegrasi dalam aplikasi.
Apakah Social Commerce Sama dengan E-Commerce?
Tidak, e-commerce lebih berfokus pada toko online sedangkan social commerce berfokus pada interaksi dan konten.
Platform Apa Saja yang Termasuk Social Commerce?
Contohnya Instagram Shop, TikTok Shop, Facebook Marketplace, dan WhatsApp Business.
Apakah Social Commerce Cocok untuk UMKM?
Sangat cocok karena biaya awal rendah dan jangkauannya luas melalui algoritma media sosial.





