Ringkasan dari Artikel: Apa Itu Brand Story?/h2>
Brand story adalah alasan keberadaan sebuah brand, bukan sekadar penjelasan tentang produk atau layanan yang dijual.
Melalui cerita yang relevan dan autentik, brand dapat membangun makna yang lebih dalam di benak audiens.
- Membantu membangun koneksi emosional dan kepercayaan audiens.
- Menjelaskan identitas brand melalui purpose dan values yang jelas.
- Unsur pentingnya mencakup purpose, values, audience, konflik, dan tone.
- Menuntut konsistensi antara cerita yang disampaikan dan tindakan nyata brand.
- Mendukung komunikasi yang efektif serta pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Pengertian Brand Story
Brand story adalah cerita yang menjelaskan alasan sebuah brand hadir, nilai yang diyakini, serta cara brand tersebut terhubung dengan audiensnya.
Brand story bukan sekadar profil perusahaan, melainkan narasi yang dirancang untuk membangun makna dan kedekatan.
Dilansir dari Harvard, sebuah ‘cerita’ mampu menarik perhatian, membangkitkan emosi yang kuat, serta menumbuhkan empati.
Joan Didion menyatakan manusia hidup melalui cerita, dan riset neuroscience Uri Hasson di TED membuktikan lewat fMRI pada 5 orang bahwa story mampu menyelaraskan aktivitas otak.
Narasi ini biasanya tercermin dalam cara brand berbicara, bertindak, dan mengambil keputusan.
Berbeda dengan sejarah perusahaan yang fokus pada kronologi waktu, brand story lebih menekankan konteks dan makna.
Manfaat dan Tujuan Brand Story
Brand story dibuat bukan hanya untuk terlihat menarik, tetapi untuk memberi dampak nyata bagi bisnis.
- Membantu audiens memahami identitas dan nilai brand
- Membangun kepercayaan dan kedekatan emosional
- Membuat brand lebih mudah diingat dibanding kompetitor
- Mendukung konsistensi komunikasi di berbagai channel
- Menjelaskan positioning brand tanpa terkesan hard selling
- Meningkatkan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang
Unsur-Unsur Penting dalam Brand Story
Purpose
Purpose menjelaskan alasan utama brand hadir, bukan sekadar ingin menjual produk.
Di sini, brand menunjukkan masalah apa yang ingin diselesaikan dan dampak apa yang ingin diberikan.
Purpose yang kuat biasanya lahir dari keresahan nyata, bukan tren sesaat.
Values
Values adalah prinsip yang dipegang brand dalam setiap tindakan dan komunikasi.
Nilai ini tercermin dari cara brand melayani pelanggan, memilih partner, hingga merespons kritik.
Values membantu audiens memahami sikap brand dalam berbagai situasi.
Audience
Dalam brand story, audiens adalah tokoh utama, bukan brand itu sendiri.
Brand berperan sebagai pendamping yang membantu audiens mencapai tujuan mereka.
Dengan memahami kebutuhan, keresahan, dan harapan audiens, cerita yang disampaikan akan terasa relevan.
Masalah, Perjalanan, dan Solusi
Cerita yang baik selalu memiliki konflik. Brand story perlu menjelaskan masalah yang dihadapi audiens, perjalanan yang mereka lalui, dan solusinya.
Struktur ini membuat cerita terasa hidup dan mudah diikuti.
Brand tidak perlu tampil sempurna, justru perjalanan dan tantangan membuat cerita terasa manusiawi.
Kepribadian & Tone Brand
Kepribadian brand menentukan bagaimana cerita disampaikan. Apakah brand terdengar hangat, berani, santai, atau profesional.
Tone yang konsisten membantu audiens mengenali karakter brand hanya dari gaya bahasanya.
Cara Membuat Brand Story yang Kuat
Untuk membangun cerita yang relevan dan berdampak, ada beberapa langkah yang bisa Kamu lakukan.
- Tentukan masalah utama audiens yang ingin dibantu oleh brand
- Rumuskan purpose dan values secara jujur dan sederhana
- Susun cerita dari sudut pandang audiens, bukan dari brand
- Gunakan bahasa yang konsisten dengan kepribadian brand
- Pastikan cerita selaras dengan tindakan nyata brand
- Uji kembali cerita tersebut di berbagai channel komunikasi
Contoh Brand Story yang Sukses
Apple
Apple dikenal dengan cerita tentang kreativitas dan keberanian menantang kebiasaan lama.
Brand ini tidak fokus menjual spesifikasi produk semata, tetapi menonjolkan bagaimana teknologinya membantu orang berkarya.
Narasi “think different” menjadi benang merah dalam komunikasi mereka.
Konsistensi cerita ini terlihat dari desain produk hingga kampanye pemasaran. Hasilnya, Apple memiliki komunitas pengguna yang sangat loyal.
Nike
Nike membangun brand story seputar perjuangan dan pencapaian personal.
Ceritanya tidak hanya tentang atlet profesional, tetapi juga tentang siapa pun yang ingin melampaui batas dirinya.
Pesan “just do it” sederhana, namun kuat secara emosional. Nike memposisikan diri sebagai pendukung perjalanan, bukan penentu hasil.
Gojek
Gojek mengangkat cerita tentang solusi sehari-hari dan pemberdayaan.
Brand ini menampilkan bagaimana teknologinya membantu mitra driver dan pengguna dalam kehidupan nyata.
Hal ini membuat Gojek terasa lebih manusiawi dibanding sekadar aplikasi. Konsistensi pesan ini memperkuat kedekatan emosional dengan penggunanya.
Kesalahan Umum dalam Membuat Brand Story
Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada produk dan pencapaian internal.
Cerita menjadi seperti promosi sepihak yang tidak memberi ruang bagi audiens. Akibatnya, brand story terasa datar dan sulit diingat.
Saat brand mengklaim nilai tertentu tetapi perilakunya tidak mencerminkan hal tersebut, kepercayaan audiens akan menurun.
FAQ Tentang “Apa Itu Brand Story?”
Apa itu brand story dan kenapa penting?
Brand story adalah narasi yang membantu audiens memahami alasan keberadaan dan nilai sebuah brand, sehingga hubungan yang terbangun terasa lebih personal.
Apakah brand story hanya untuk perusahaan besar?
Tidak, brand story justru sangat relevan untuk UMKM karena membantu membangun kepercayaan sejak awal.
Apakah brand story sama dengan brand storytelling
Brand story adalah ceritanya, sedangkan brand storytelling adalah cara menyampaikan cerita tersebut melalui berbagai media.
Berapa panjang brand story yang ideal?
Tidak ada aturan baku, yang terpenting ceritanya jelas, relevan, dan mudah dipahami audiens.
Kapan brand story perlu diperbarui?
Saat brand berkembang, audiens berubah, atau nilai yang dipegang mengalami penyesuaian.