ASA Digital Agency

Fact Check: Apakah Penggunaan AI Mengurangi Air Bersih?

Penulis Artikel:

Bagikan:

Apakah Penggunaan AI Mengurangi Air Bersih
  • AI membutuhkan air untuk pendinginan pusat data dan pembangkitan listrik
  • Konsumsi air AI berbeda berdasarkan kueri, lokasi, teknologi pendinginan, dan metode penghitungan
  • Dampak terhadap air bersih bergantung pada ketersediaan air di lokasi pusat data
  • Closed-loop cooling, dry cooling, dan air non-minum dapat mengurangi penggunaan air tawar

 

Trend Foto Bergaya 1980

Foto bergaya 1980-an dengan generative AI belakangan ramai di media sosial, banyak pengguna mengunggah Story berisi foto versi retro mereka untuk sekadar mengikuti hype.

Di balik maraknya penggunaan AI untuk membuat gambar yang tidak selalu dibutuhkan, muncul pertanyaan:

Seberapa banyak sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan suatu konten AI?

Diskusi ini berlanjut ke soal penggunaan air. AI memang berjalan di pusat data yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar, termasuk menggunakan air ke sistem pendingin.

Semakin banyak permintaan yang diproses, termasuk untuk menghasilkan foto, semakin besar juga konsumsi air yang terjadi.

Lalu, seberapa besar sebenarnya dampak penggunaan AI terhadap konsumsi ai dan lingkungan?

Asa Digital akan membahasnya dengan ringkas lewat artikel ini.

 

Mengapa AI Membutuhkan Air?

Aktivitas AI diproses melalui pusat data yang berisi banyak server. Ketika server bekerja, terutama untuk tugas komputasi yang berat, listrik yang digunakan menghasilkan panas sehingga pusat data membutuhkan sistem pendinginan.

Model AI seperti ChatGPT, Midjourney, atau Sora diproses di dalam data center berisi ribuan unit GPU (Graphics Processing Unit).

Skema Pendinginan Evaporatif Pada Server

Skema pendinginan evaporatif pada server. Source: VectorMine —  Getty Images

Saat GPU mengolah data dalam jumlah jumbo, daya listrik yang dikonsumsi berubah menjadi panas ekstrem. Jika suhu server tidak terjaga, performa hardware akan turun atau rusak.

Untuk mencegah overheating, data center mengandalkan sistem pendingin berbasis air (evaporative cooling). Air menyerap panas dari server dan menguap ke udara untuk mendinginkan ruangan.

Data Konsumsi Energi & Air AI

Indikator / Aktivitas Konsumsi Energi / Air
Pencarian Google Biasa ~0,3 Wh per pencarian
Kueri Teks ChatGPT ~2,9 Wh per kueri (~10× lipat pencarian biasa)
Generasi Gambar / Video AI 1 gambar AI = konsumsi energi setara isi ulang penuh 1 smartphone
Jejak Air ChatGPT (Inference) 500 ml air (1 botol sedang) per 10–50 percakapan
Pelatihan Model (Training GPT-3) ~700.000 liter air tawar langsung + 2,8 juta liter air tak langsung

Sumber: Google Environmental Report, IEA, Hugging Face & Carnegie Mellon University, UC Riverside & Virginia Tech

Estimasi 2,9 Wh per kueri berasal dari perbandingan penggunaan energi LLM dengan pencarian Google sekitar 0,3 Wh.

Generasi gambar AI juga tergolong intensif energi, pada Stable Diffusion XL satu generasi dapat mendekati energi untuk mengisi daya smartphone.

Selain itu, perkiraan konsumsi air oleh ChatGPT berbeda-beda, mulai dari sekitar seperlima belas sendok teh per kueri hingga beberapa sendok teh per respons.

Pelatihan GPT-3 diperkirakan membutuhkan sekitar 700.000 liter air tawar untuk pendinginan langsung.

Perlu diingat bahwa tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua konsumsi air dalam penggunaan AI.

Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:

  • Jenis dan kompleksitas kueri
  • Panjang respons
  • Lokasi pusat data
  • Teknologi pendinginan
  • Sumber listrik
  • Apakah konsumsi air untuk menghasilkan listrik ikut dihitung 

AI Lebih “Haus” Dibanding Internet Biasa

AI generatif membutuhkan sumber daya lebih besar karena harus melakukan banyak perhitungan untuk menghasilkan jawaban.

Intensitas Komputasi Tinggi: Menghasilkan konten baru membutuhkan triliunan kalkulasi matematika per detik, berbeda dengan mencari dokumen yang sudah terindeks

Penguapan Air (Direct Consumption): Sistem cooling tower menggunakan air bersih murni untuk mencegah korosi pada pipa pendingin server

Pembangkit Listrik (Indirect Consumption): Pembangkit listrik tenaga termal yang menyuplai energi ke data center juga membutuhkan air dalam jumlah besar untuk memutar turbin

 

Apakah AI Dapat Memperparah Kelangkaan Air?

Ya, AI berpotensi memperparah kelangkaan air secara lokal, terutama ketika pusat data dibangun di wilayah yang sudah mengalami tekanan air.

Masalahnya bukan hanya berapa banyak air yang digunakan, tetapi juga di mana air tersebut diambil. Data laporan keberlanjutan perusahaan menunjukkan:

  • Google: sekitar 28% pengambilan air berada di wilayah berisiko atau terbatas air
  • Microsoft: sekitar 46%
  • Meta: sekitar 29%

Masalah dapat muncul ketika kebutuhan pendinginan data center bersaing dengan kebutuhan masyarakat dan pertanian.

Intinya, dampak AI terhadap kelangkaan air sangat bergantung pada lokasi data center, sumber air yang digunakan, dan teknologi pendinginannya.

 

Tidak Semua Pusat Data Menggunakan Air Bersih

Tidak semua pusat data mengonsumsi air bersih siap minum (potable water). Meski air tawar murni masih menjadi pilihan utama karena murah dan tidak memicu karat.

Desakan krisis ekologi dan regulasi ketat membuat para raksasa teknologi mulai beralih ke sumber air alternatif.

Beberapa pusat data modern kini memanfaatkan air limbah industri yang diolah kembali (reclaimed water), menampung air hujan, hingga memanfaatkan air laut untuk mendinginkan server.

Langkah ini secara signifikan mengurangi beban dan persaingan perebutan air bersih dengan masyarakat lokal, terutama di daerah rawan kekeringan.

Penggunaan air laut atau air limbah membutuhkan sistem penyaringan rumit dan biaya infrastruktur tinggi untuk mencegah korosi serta kerusakan hardware.

Proses pengolahan air alternatif ini kerap mengkonsumsi daya listrik yang lebih besar, sehingga perusahaan teknologi harus memutar otak agar efisiensi penggunaan air tidak justru memicu lonjakan jejak karbon.

 

Langkah Mitigasi Industri untuk Mengurangi Konsumsi Air

Direct Liquid Cooling (DLC) & Immersion Cooling

Teknologi ini mendinginkan komponen server secara langsung menggunakan cairan dielektrik non-air dalam sistem tertutup (closed-loop). Cairan bersirkulasi tanpa menguap, sehingga penggunaan air dapat ditekan secara signifikan.

Air-Cooled Chiller & Dry Cooling

Sistem ini membuang panas menggunakan kipas dan radiator udara tanpa mengandalkan penguapan air. Teknologi ini dapat menghemat air, tetapi konsumsi listriknya bisa lebih tinggi, terutama saat suhu lingkungan meningkat.

Pemanfaatan Air Daur Ulang (Reclaimed Water)

Air limbah kota atau industri yang telah diolah dapat digunakan untuk kebutuhan pendinginan data center. Cara ini membantu mengurangi ketergantungan pada air bersih dan menjaga pasokan air untuk kebutuhan masyarakat.

 

Kesimpulan

Penggunaan AI dapat meningkatkan tekanan terhadap sumber air bersih, terutama karena data center membutuhkan air untuk pendinginan dan listrik untuk menjalankan komputasi.

Namun, dampaknya tidak sama untuk setiap penggunaan AI karena bergantung pada lokasi data center, kondisi sumber air, teknologi pendinginan, serta sumber energi yang digunakan.

Teknologi seperti closed-loop cooling, dry cooling, dan penggunaan air non-minum dapat mengurangi ketergantungan data center pada air tawar.

Artinya, dampak AI terhadap ketersediaan air bersih bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak AI digunakan, tetapi juga bagaimana infrastruktur yang menjalankannya dirancang dan dikelola.

 

FAQ Seputar “Apakah Penggunaan AI Pakai Air?”

Apakah AI menggunakan air bersih?

Ya, beberapa pusat data menggunakan air bersih atau air tawar untuk sistem pendinginan.

Namun, tidak semua pusat data menggunakan sumber air yang sama. Sebagian perusahaan juga menggunakan air laut atau air limbah industri.

Berapa banyak air yang digunakan AI?

Perkiraannya berbeda-beda. Sam Altman menyebut satu kueri ChatGPT menggunakan sekitar seperlima belas sendok teh air.

Sedangkan studi akademisi AS memperkirakan sekitar 500 ml untuk 10–50 respons GPT-3. Perbedaan terjadi karena metode penghitungan dan kondisi pusat data berbeda.

Mengapa AI membutuhkan banyak air?

AI membutuhkan daya komputasi yang besar. Server menghasilkan panas ketika bekerja sehingga pusat data membutuhkan sistem pendinginan. Air dapat digunakan dalam sistem tersebut. Air juga dapat digunakan secara tidak langsung dalam proses pembangkitan listrik.

Apakah ChatGPT mengurangi ketersediaan air bersih?

Penggunaan ChatGPT berkontribusi terhadap kebutuhan sumber daya pusat data, termasuk air.

Namun, besarnya dampak terhadap ketersediaan air bersih bergantung pada lokasi pusat data, teknologi pendinginan, sumber air, dan sumber energi yang digunakan.

Bagaimana penggunaan air untuk AI dapat dikurangi?

Beberapa pilihan yang sedang dikembangkan mencakup sistem pendingin closed-loop, dry cooling, serta penggunaan sumber air non-minum seperti air laut dan air limbah industri.

Masing-masing metode memiliki konsekuensi berbeda terhadap kebutuhan energi dan operasional pusat data.

 

Baca Juga:

Open AI Rilis GPT-6 Astra, Apa Fitur dan Kemampuannya?

15 Rekomendasi AI untuk Membuat Video Gratis & Berbayar (2026)

 

Referensi:

Bellwether Consulting Services. (n.d.). AI data center water usage: Challenges and the case for recycled water. https://bellwether.com.au/updates-insights/ai-data-center-water-usage-challenges-and-the-case-for-recycled-water/

International Energy Agency. (2024). Electricity 2024: Analysis and forecast to 2026. IEA. https://www.iea.org/reports/electricity-2024

Li, P., Yang, J., Islam, M. A., & Ren, S. (2025). Making AI less “thirsty.” Communications of the ACM, 68(7), 54–61. https://doi.org/10.1145/3724499

Luccioni, A. S., Jernite, Y., & Strubell, E. (2023). Power hungry processing: Watts driving the cost of AI deployment? arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2311.16863 (Catatan: Penulis asli untuk entri Hugging Face ditambahkan).

Peters, J. (2025, June 10). Sam Altman claims an average ChatGPT query uses ‘roughly one fifteenth of a teaspoon’ of water. The Verge. https://www.theverge.com/news/685045/sam-altman-average-chatgpt-energy-water

Shepherd, M. (2026, September 12). Hot summers, water supply and frivolous AI use on social media. Forbes. https://www.forbes.com/sites/marshallshepherd/2026/09/12/hot-summers-water-supply-and-frivolous-ai-use-on-social-media/

Konsultasikan Kebutuhan Digital Marketingmu dengan Kami

follow asa digital agency