ASA Digital Agency

Home Blog Apa Itu Buzzer? Ini Cara Kerja dan Cara Mengetahuinya
Home Blog Apa Itu Buzzer? Ini Cara Kerja dan Cara Mengetahuinya

Apa Itu Buzzer? Ini Cara Kerja dan Cara Mengetahuinya

Penulis Artikel:

Bagikan:

Apa itu buzzer, cara kerja buzzer, buzzer media sosial

Ringkasan Artikel: Apa Itu Buzzer?

Buzzer adalah pihak atau akun yang berperan mengamplifikasi pesan tertentu agar sebuah topik menjadi ramai dibicarakan dan mendapat perhatian publik, terutama di platform media sosial.

  • Buzzer bertugas memperbesar jangkauan pesan atau isu tertentu.
  • Aktivitasnya banyak ditemui di media sosial, termasuk ranah politik dan bisnis digital.
  • Cara kerja buzzer melibatkan posting terencana, narasi seragam, dan koordinasi antar akun.
  • Dampak buzzer bisa bersifat positif maupun negatif, tergantung tujuan dan isi pesan.

 

Apa Itu Buzzer?

Secara umum, buzzer adalah individu atau kelompok yang bertugas menyebarkan pesan tertentu agar mendapat perhatian luas.

Aktivitas ini biasanya dilakukan secara konsisten dan berulang, dengan tujuan meningkatkan awareness atau membentuk opini di ruang publik, terutama di internet.

Istilah “buzzer” berasal dari kata buzz dalam bahasa Inggris, yang menggambarkan suara dengungan atau kegaduhan.

Dalam dunia komunikasi modern, makna tersebut bergeser menjadi upaya menciptakan “keramaian” topik agar terlihat populer dan banyak dibicarakan.

Dalam konteks digital, buzzer merujuk pada akun atau jaringan akun yang aktif mengamplifikasi pesan tertentu.

Seiring waktu, praktik ini masuk ke ranah politik dan bisnis digital, mulai dari kampanye elektoral hingga promosi brand, dengan pola kerja yang semakin terorganisir.

 

Jenis-Jenis Buzzer

Buzzer Politik

Buzzer politik biasanya aktif saat momen pemilu atau isu kebijakan publik mencuat. Mereka bertugas memperkuat citra tokoh, partai, atau kebijakan tertentu di media sosial.

Aktivitasnya sering melibatkan opini, framing isu, dan respons cepat terhadap narasi lawan.

Sejak Pilkada DKI 2012 hingga Pilpres 2019, buzzer politik digunakan secara konsisten dengan nilai kontrak kampanye media sosial yang bisa mencapai Rp3 miliar per bulan.

Buzzer Komersial

Buzzer komersial bergerak di ranah pemasaran digital dengan fokus mempromosikan produk, layanan.

Mereka menggunakan pendekatan soft selling, testimoni, hingga storytelling, dan dalam praktiknya kerap disamakan dengan micro influencer.

Pola kerja serupa juga kerap dimanfaatkan untuk black campaign, yakni menyebarkan narasi negatif, disinformasi.

Buzzer Independen

Buzzer independen biasanya bergerak tanpa kontrak resmi dengan pihak tertentu. Mereka menyuarakan opini pribadi namun dilakukan secara masif dan konsisten.

Walau tidak selalu menerima bayaran, dampaknya tetap signifikan karena mampu memicu percakapan luas. Jenis ini sering sulit dibedakan dari pengguna biasa.

 

Cara Mengetahui Buzzer di Media Sosial

Cara mengenali buzzer di media sosial dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah berbasis data.

Peneliti BRIN dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi, dipimpin oleh Dian dan tim Natural Language Processing, meneliti klasifikasi akun buzzer di Twitter lewat studi analisis.

Dalam riset ini, buzzer didefinisikan sebagai bot atau akun berbayar yang opininya tidak merepresentasikan suara publik sehingga dianggap sebagai noise data.

Penelitian menggunakan algoritma machine learning dengan teknik seleksi fitur untuk meningkatkan akurasi model dan efisiensi komputasi.

Dari 306 akun Twitter yang dianalisis (130 buzzer dan 176 non-buzzer), awalnya digunakan 24 fitur, lalu dipersempit menjadi 11 fitur paling berpengaruh.

Fitur tersebut mencakup kesamaan antar tweet, jumlah tagar, foto, mention, balasan, URL, total tweet, tweet bermedia, interval waktu aktivitas, serta umur akun.

 

Bagaimana Cara Kerja Buzzer?

Pola Kerja Buzzer

Cara kerja buzzer umumnya mengikuti pola yang terencana. Mereka memanfaatkan momentum isu, lalu memposting konten serupa dalam waktu berdekatan.

Tujuannya agar algoritma media sosial menangkap topik tersebut sebagai tren. Konsistensi dan kecepatan menjadi kunci utama.

Penggunaan Akun Anonim

Banyak buzzer menggunakan akun anonim atau semi anonim. Hal ini dilakukan untuk menjaga identitas asli sekaligus memberi kesan seolah opini datang dari publik luas.

Akun seperti ini biasanya memiliki aktivitas tinggi, namun interaksi personal yang minim. Pola posting-nya pun cenderung repetitif.

Strategi Narasi

Narasi yang digunakan buzzer disesuaikan dengan target audiens. Bisa berupa kalimat provokatif, emosional, atau informatif setengah.

Dalam konteks buzzer media sosial, narasi sering dibuat singkat dan mudah dibagikan. Hashtag dan keyword tertentu dimanfaatkan agar jangkauan makin luas.

Peran Agensi atau Koordinator

Di balik aktivitas masif, sering ada agensi atau koordinator yang mengatur arah pesan. Mereka menentukan tema, waktu posting, hingga respons terhadap isu lanjutan.

Koordinasi ini membuat pesan terlihat organik, padahal sudah dirancang sejak awal. Model kerja seperti ini banyak ditemukan di kampanye besar.

 

Dampak Buzzer di Media Sosial

Keberadaan buzzer bisa berdampak positif ketika digunakan untuk kampanye edukatif atau promosi yang jujur.

Informasi dapat tersebar lebih cepat dan menjangkau audiens luas. Dalam konteks bisnis, ini membantu brand meningkatkan awareness.

Namun, dampak negatif muncul saat buzzer menyebarkan disinformasi atau manipulasi opini.

Ruang diskusi menjadi bias dan publik sulit membedakan opini asli dengan narasi pesanan. Karena itu, literasi digital menjadi sangat penting.

 

Apakah Buzzer Legal?

Pada dasarnya, aktivitas buzzer tidak selalu melanggar hukum. Promosi atau kampanye yang dilakukan secara terbuka dan tidak menyesatkan masih berada di area legal.

Namun, aktivitas buzzer dapat melanggar UU ITE jika mengandung pencemaran nama baik (Pasal 27 ayat 3), berita bohong atau menyesatkan (Pasal 28 ayat 1).

Hingga ujaran kebencian berbasis SARA (Pasal 28 ayat 2) dengan sanksi pidana diatur dalam Pasal 45 dan 45A.

 

FAQ Tentang “Apa Itu Buzzer?”

Apa tujuan utama buzzer di media sosial?

Tujuannya adalah membuat suatu topik menjadi ramai dibicarakan dan menarik perhatian publik.

Apakah semua buzzer dibayar?

Tidak semua, ada juga yang bergerak secara independen tanpa bayaran langsung.

Apakah buzzer sama dengan influencer?

Tidak, influencer mengandalkan personal branding, sementara buzzer fokus pada amplifikasi pesan.

Mengapa buzzer sering dikaitkan dengan politik?

Karena praktik ini banyak digunakan untuk membentuk opini publik saat isu politik mencuat.

Bagaimana sikap pengguna media sosial menghadapi buzzer?

Bersikap kritis, cek sumber informasi, dan tidak mudah terpancing narasi emosional.

Konsultasikan Kebutuhan Digital Marketingmu dengan Kami

follow asa digital agency